Ulasan Ringkas LibreOffice 6.2

Ulasan Ringkas LibreOffice 6.2

LibreOffice 6.2: Pembaruan yang Menyegarkan

Awal Februari kemarin, LibreOffice menghadirkan rilis baru untuk nomor versi 6.2. Sebenarnya, saya sudah mencicipi fitur-fitur di rilis ini melalui LibreOffice versi pengembangan sebelumnya. Pun demikian, tentu saja akan berbeda rasanya mengingat bahwa rilis ini mestinya akan jauh lebih stabil dibandingkan versi dev karena telah mendapat suntikan perbaikan kutu yang cukup banyak.

Singkat cerita, saya mengunduh langsung berkas DEB LibreOffice melalui situs LibreOffice, kemudian memasangnya pada sistem Debian Unstable (Sid) 64bit KDE. Proses pemasangan tidak terlalu lama, meskipun laptop yang saya gunakan memang agak jadul. Meski begitu, LibreOffice tetap dapat merjalan dengan mulus setelah proses pemasangan selesai.

LibreOffice terbaru ini membanyak banyak pembaruan baik dari sisi performa maupun dari sisi tampilan. Perihal apa saja yang baru dalam rilis ini, dapat disimak melalui tayangan berikut.



Fitur-Fitur Baru LibreOffice 6.2

Hal Menjemukan yang Berulang Pasca-upgrade

Sebagaimana yang jamak diketahui, dalam tiap rilis, LibreOffice kerap mengubah nama berkas ikonnya dengan menyematkan nomor versi pada nama berkas. Bagi satu dua orang, barangkali hal ini tidaklah terlalu penting untuk dibahas, namun bagi sebagian lain, termasuk saya, hal tersebut merupakan sesuatu yang menjengkelkan.

Begini, dengan adanya perubahan nama ikon, maka secara otomatis berkas *.desktop pada masing-masing program pun akan berubah. Hal ini berdampak pada tampilan ikon yang menjadi tidak harmoni dengan tema ikon yang sedang diaktifkan di sistem. Untuk lebih jelasnya, silakan perhatikan gambar di bawah ini.



Perbandingan Ikon

Ikon yang semestinya ditampilkan, sesuai ikon sistem, mestinya serupa Writer dan Base (sudah saya ganti untuk melihat perbedaannya). Namun karena berkas ikon LibreOfice yang mendapat imbuhan nomor versi 6.2 tidak ditemukan di sistem maka LibreOffice akan menggunakan ikon bakunya sebagaimana yang tampak pada LibreOffice selain Writer dan Base. Apakah ikon bakunya tidak bagus? Tidak juga, hanya saja ikon baku dari LibreOffice ini memerlukan sedikit waktu muat agak lama sebenarnya karena memuat banyak efek baik gradien maupun bayangan blur. Dan lagi, tampilan ikon jadi tidak tampak harmoni dengan ikon lainnya.

Solusinya sebenarnya cukup mudah, pada berkas *.desktop LibreOffice yang terdapat di /usr/share/applications sunting baris bagian icon dengan menghapus nomor versinya, jreng! Ikon LibreOffice akan otomatis menyesuaikan dengan teman ikon Anda.

Mengganti Tema LibreOffice 6.2

Saya termasuk orang yang tidak dapat fokus bekerja bila aplikasi yang saya gunakan tidak tampil sebagaimana yang telah saya set sebelumnya. Itulah mengapa saya kemudian konsisten dengan gaya tampilan desktop environment (DE) pada DE apa pun, yeps bahkan hingga gambar latarnya pun akan sama, termasuk juga pintasan, alias pada terminal, dsb.

Hal itu pula terjadi ketika misalnya saya melakukan update aplikasi ke versi terbaru, maka saya mesti memastikan bahwa tak ada pintasan yang berubah, karena sedikit banyak dapat mengganggu :”). Hmmm, bukan antiperubahan juga sih sebenarnya. Karena jika sudah sampai pada masanya, saya akan mengubah dan memperbaiki hal-hal tersebut, hanya saja biasanya terjadi memang dalam jangka waktu yang agak lama. Alasannya sebenarnya sederhana, saya nggak pengen jemari saya kecewa karena biasanya tekan ini untuk aksi ini, eh karena lingkungannya berubah jadi nggak bisa. Atau sudah terlanjur ngarahin cursor ke sini, eh menunya ada di sana. Kasihan :”(

Kembali ke bahasan LibreOffice. Pada versi-versi sebelumnya, saya menggunakan tema kustom untuk libreOfice. Tema kustom yang saya gunakan ini meliputi perubahan pada splash, latar menu, dan ikon. Untuk yang masih menggunakan versi di bawah 6.2 dan penasaran dengan tema kustom yang saya pakai, silakan coba untuk memasangnya melalui panduan di sini.

Hal yang kemudian jadi masalah adalah pengaturan tema di LibreOffice 6.2 ini mengalami sedikit perombakan. Yes, skrip pada tautan Github di atas tak lagi dapat berjalan dengan mulus. Ikon dan splash berhasil berubah, tapi apesnya gambar latarnya nyangkut.

Setelah saya cek-cek, hmm, rupanya LibreOffice terbaru ini memang merombak fitur tema dengan cukup siginfikan. Secara baku, di versi ini sudah disematkan enam tema bawaan yang siap dipilih. Sayangnya, tak satu pun tema yang disematkan tersebut cocok dengan selera saya.

Belum menyerah, saya coba cari-cari lokasi pengaturan tema tersebut. Akhirnya, tak dum dest, ketemu! Ya, LibreOffice terbaru tak lagi menyimpan temanya di ~/.config/libreoffice/4/user/gallery/personas/sebagaimana versi-versi sebelumnya. Lalu bagaimana cara mengubah tema di versi ini. Simak subbahasan berikut.

Mengubah Latar Menu/Persona LibreOffice 6.2

Pengaturan persona, untuk Anda yang memasang LibreOffice tidak melalui repositori, alias via unduh berkas DEB sebeperti saya, berlokasi di /opt/libreoffice6.2/share/gallery/personas/. Dalam direktori tersebut, terdapat folder tema dan satu berkas txt bernama personas_list.txt. Daftar pilihan yang ditampilkan di pengaturan tema LibreOffice diatur melalui berkas ini.

Dalam kasus ini, saya ingin menggunakan tema yang sebelumnya saya gunakan. Tema ini bernama Ambiance. Sunting berkas txt pada direktori tersebut, kemudian silakan hapus salah satu daftar tema yang yang Anda. Pengalaman saya, ketika jumlah pilihannya lebih dari enam maka tema paling bawah tidak ditampilkan di menu pengaturan tema. Saya memilih hapus daftar yang paling bawah.

Format penulisan daftar tema ini (kalau saya nggak salah istilah) kurang lebihnya sebagai berikut;

nama-folder;Tooltip;nama-folder/lokasi-gambar-pratinjau.png;nama-folder/lokasi-gambar-header.png;nama-folder/lokasi-gambar-footer.png;;#warnaforeground;#warnabackground

contoh:

ambiance;Ambiance;ambiance/preview.png;ambiance/header.png;ambiance/footer.png;;#000000;#ffffff

untuk yang kode warna, saya sarankan tak perlu diubah. Kecuali memang berniat mau coba-coba :”).

Setelah penyuntingan selesai, simpan perubahan, kemudian silakan buka LibreOffice, lalu buka menu;

Perkakas –> Opsi –> Persona

Ya, itu menu pakai bahasa Indonesia, silakan yang nggak pakai menu berbahasa Indonesia gantian mikir :p. Jika berhasil, maka akan muncul tampilan kira-kira seperti ini



Menu Persona

Gaya Menu LibreOffice 6.2

Bahas LibreOffice 6.2 rasanya memang kurang sah kalau belum menyinggung soal menu baru yang jadi buah bibir banyak pengguna. Hmm, saya pribadi semenjak kemunculan notebook bar ini tidak terlalu tertarik. Eits, bukan berarti menu ini buruk ya, tidak. Hadirnya gaya menu notebook bar ini merupakan lompatan yang luar biasa untuk LibreOffice. Pun demikian, saya meyakini tiap pengguna memiliki kebebebasan yang sebebas-bebasnya untuk memilih gaya menu yang paling nyaman digunakan.



Variasi Pilihan Gaya Menu di LibreOffice 6.2

Saya termasuk penguna yang terbiasa dengan gaya menu standar dengan sedikit perubahan dan tambahan beberapa menu. Meski demikian bukan berarti dapat saya katakan bahwa menu standar ini terbaik untuk semua pengguna. Tidak, ia memang terbaik, untuk saya.

Hal yang kemudian jadi rada-rada aneh dan mengganggu, bagi saya, adalah munculnya golongan yang pro dan kontra dengan hadirnya menu ini namun tak memberikan umpan balik yang bagus kepada para pengembang, alias hanya berisik dan protes. Sebagian berpendapat, dengan hadirnya menu yang mirip punya MSO, LibreOffice jadi krisis identitas. Baiklah, kita lupakan sejenak keriuhan yang terjadi terkait hal itu.

Mari coba ambil sisi positifnya, dengan beragamnya gaya menu yang dihadirkan di LibreOffice, pengguna jadi semakin bebas untuk menentukan preferensi tampilan yang Dia Banget. Selain itu, mengembangkan menu yang ciamik semacam Notebook Bar ini bukanlah perkara mudah, terlebih bila mengingat standar desain di LibreOffice yang cukup tinggi (ingat kasus maskot). Para pengembang telah bekerja dengan begitu luar biasa keras demi hadirnya gaya menu ini.

Sebagai pengguna, memang tak ada keharusan untuk memanfaatkan semua fitur yang diberikan, namun sebagai pengguna yang baik alangkah lebih bijak kalau misal ulasan ketidaksetujuan semacam itu disampaikan secara lebih berbobot dan di ruang yang tepat agar dapat menjadi masukan yang membangun bagi pengembang. Ini hanya perspektif saya, bebas untuk setuju atau menolak. Pada intinya, mengeluhkan kehadiran Notebookbar ini saya pikir sama halnya dengan beranggapan mengerjakan menu tersebut semudah membalik telapak tangan. Jika memang semudah itu, silakan lakukan dan tunjukan yang lebih baik dari apa yang telah diberikan oleh paa pengembang secara sukarela tersebut.

Seminggu Lebih Bersama LibreOffice 6.2

Kira-kira sudah hampir satu minggu saya bekerja menggunakan LibreOffice dengan nomor rilis 6.2 ini. Secara umum, tidak ada kendala yang berarti dan bahkan menurut saya versi ini cenderung lebih gesit daripada versi-versi sebelumnya yang pernah saya pakai.

Satu kendala agak pelik yang saya temukan selama seminggu pemakaian yakni tidak berfungsinya tombol backspace pada LibreOffice Calc. Ya, untuk dapat menghapus huruf di belakang kursor, saat ini saya harus menekan kombinasi tombol shift + backspace. Saya agak kurang yakin mengapa hal ini bisa terjadi, namun demikian ketika saya coba lakukan reset pengaturan papan tik di LibreOffice Calc, hasilnya masih nihil.


Pada akhirnya, selamat untuk LibreOffice yang telah merilis versi 6.2. Iya ini telat, saya tahu. Untuk rekan-rekan yang tertarik mencoba berbagai pembaruan di versi ini, silakan unduh dan pasang. Bantu LibreOffice untuk jadi lebih baik dengan melaporkan kutu-kutu yang Anda temui. Terima kasih sudah menemani obrolan saya di Mozelup! ini.

Janee …

Komentar

Your browser is out-of-date!

Update your browser to view this website correctly. Update my browser now

×