Akhirnya Dot ID

Di Balik Layar

Alhamdulillah, akhirnya pasang domain ID juga. Mengapa tetiba pasang kustom domain? Begini ceritanya. Pada awal Januari kemarin seseorang teman, yang malu disebutkan namanya, datang ke kosan saya. Pada masa-masa itu saya lagi persiapan mau “jalan-jalan” ke Malaysia, jadi dia cuma bertandang sebentar doank. Biar gampang, sebut saja mas-mas baik ini dengan panggilan Hasan. Mampirnya Hasan ini rupanya bukan tanpa sebab. Singkatnya dia berniat mau berterima kasih pada saya karena telah membantunya mengembalikan beberapa data pentingnya yang hilang karena tanpa sengaja hardisknya terformat.

Pada mulanya sih saya nggak terlalu yakin bisa bantu, cuma kalau tidak dicoba kan tak tahu hasilnya seperti apa. Lagi pula, kalau soal mengembalikan data dari hardisk yang terhapus atau semacamnya ini, saya sudah pernah melakukannya sebelumnya. Jadi modal bismillah dan aplikasi bernama Testdisk.

Beruntungnya, data-data pentingnya dapat terselamatkan dan jelas sekali hidupnya kembali bahagia, hahaha. Konon beberapa berkas revisi disertasinya cuma ada di penyimpanan tersebut alias belum dicadangkan sebelumnya, jelas aja ini bikin dia panik. Setelah kejadian itu, dia janji mau ngasih hadiah ke saya sebagai ucapan terima kasih. Perihal hadian ini, sebenarnya Hasan sempat bertanya pada saya tentang apa yang saya inginkan. Cuma saya kan masih ada rasa nggak enak jadi saya bebaskan mau dikasih apa aja saya terima. Rupa-rupanya jawaban saya ini malah bikin Hasan sungkan dan semakin menagih apa yang saya mau. Akhirnya, kala itu saya asal jeplak, “Beliin domain dot id deh buat blogku”. Tanpa pikir panjang, dia mengiyakan. Meskipun beberapa hari setelah itu dia tak berkabar.

Beberapa hari yang lalu, melalui WA, ia berkabar kalau beberapa minggu kemarin dia lagi ada kerjaan dan baru sempat menghubungi saya lagi. Di malam yang bergerimis tipis-tipis itu, ia menepati janjinya. Yeps, saya diperkenankan memilih sendiri penyedia domain yang saya inginkan, dan Hasan yang melunasi. Terima kasih lho ya, sekarang jadi saya yang sungkan. Semoga kebaikanmu mendapat balasan yang bertubi-tubi :”).

Memilih Penyedia Layanan

Sebagai orang yang tak berpengalaman soal urusan domain-domain seperti ini, tentunya saya hanya mengandalkan konsultasi dan review-review yang bertebaran di dunia maya. Cari mana yang murah dan mana yang support-nya bagus. Pada dasarnya, harga pendaftaran domain untuk dot id ini sebenarnya mirip-mirip, biaya perpanjangannya pun juga tak jauh beda satu sama lain. Akhirnya setelah membaca beberapa ulasan yang ada, saya memutuskan untuk mendaftar domain melalui DomaiNesia. Pendaftaran cukup mudah sih, metode pembayarannya juga beragam jadi jelas memudahkan transaksi, apalagi ini posisinya lagi ditraktir :”)

Pelayanan dari tim DomaiNesia ini juga sangat memuaskan. Responsif, tanggap, dan solutif, ini yang paling penting. Kan kadang sering tuh, respon cepat tapi kurang solutif alias malah bikin bingung.

Ah iya, sebagai seorang pengguna awam, saya merasa tampilan dasbor DomaiNesia ini cukup nyaman, meskipun pada kondisi tertentu loadnya cukup memakan waktu. Nyaman yang saya maksud tentunya dari tampilan dan kemudahan penggunaan. Sehingga untuk orang yang awam sekalipun dapat langsung ingat lokasi-lokasi menu yang diperlukan. Oh, iya sebelum lupa. Saya untuk teman-teman yang ingin daftar hosting di DomaiNesia, silakan pakai voucher RANIAAMINA untuk mendapatkan potongan harga 20% ketika pendaftaran maupun perpanjangan selamanya.

Mengaktifkan Domain

Sebelumnya perlu saya infokan kalau saya telah memiliki blog yang tayang melalui Github Page. Laman statis ini menggunakan Hexo sebagai platform-nya. Perihal alasan mengapa saya memilih Hexo, dapat disimak melalui tulisan saya sebelumnya. Pada dasarnya, memasang domain kustom pada Github Page bukanlah perkara yang rumit. Cuma pada awal langkah saya asal eksekusi, jadinya beberapa kendala muncul silih berganti.
Pada dasarnya, langkah-langkahnya cukup dengan mengatur A dan CNAME Record pada pengaturan DNS agar mengarah ke halaman Github. Untuk panduan jelasnya, silakan merujuk pada panduan Github berikut ini.

Keuntungan menggunakan Github page, yang saya tahu, salah satunya tentunya biaya pengelolaan situs lebih terjangkau karena tidak lagi memerlukan biaya untuk hosting. Hanya saja, untuk kalangan awam tentu saja hal ini barangkali tidak sepraktis ketika menggunakan layanan blog konvensional layaknya Blogger atau Wordpress. Hal lain yang lebih barangkali menjadi nilai tambah adalah situs yang ditayangkan melalui Github Page ini otomatis tersertifikasi SSL-nya oleh Let’s Encrypt.

Terakhir, terima kasih tentunya pada Pak Sofyan alias Artemtech yang telah membantu saya menata kembali blog ini, terutama karena udah ngajarin saya soal Travis-CI, haha tanpamu emang kurang seru! Berkat bantuanmu, akhirnya Rania Amina bisa tayang pake dot ID juga.

Komentar