Inkscape 1.0: Apakah Rilis Ini Sudah Memuaskan?

Sudah sepekan berlalu semenjak Inkscape 1.0 secara resmi dirilis. Saya juga yakin sudah banyak yang mencobanya, baik melalui repositori resmi distro, kanal Flatpak, Snap, atau Appimage. Yang jelas, pascarilis versi “pecah telor” ini, banyak para pengguna Inkscape di sekitar saya yang terlihat kurang puas dengan rilis ini. Ada apakah gerangan?

Perilisan Inkscape 1.0 secara resmi tentu saja adalah hal yang sangat menggembirakan dan sudah sekian lama ditunggu oleh para pengguna Inkscape di seluruh dunia, saya adalah salah satu di antaranya. Inkscape 0.92x merupakan salah satu rilis yang cukup keren sebenarnya, banyak penambahan fitur-fitur fungsional di dalamnya. Hanya saja mungkin kurang begitu memuaskan untuk para pengguna layar ukuran besar. Di Sekitar dua tahunan lalu, kebetulan saya mendapat pinjaman laptop dengan layar yang memiliki resolusi 3K, dan benar rupanya, Inkscape terasa kurang begitu nyaman digunakan. Hingga akhirnya mencuatlah kabar di wiki Inkscape bahwa rilis terbaru nanti akan memberikan dukungan layar untuk layar HiDPI yang lebih baik. Tentunya ini adalah salah satu kabar gembira.

Inkscape 0.92 di 3K

Saya termasuk antusias dalam pengikuti pengembangan versi ini. Jauh sebelum rilis resmi, saya sempat menggunakan Inkscape versi pengembangan (tentunya bukan untuk keperluan produksi) guna mengetahui apa saja update terbaru untuk rilis ini. Jika tadi saya mengatakan bahwa rilis 0.92.x adalah rilis Inkscape adalah rilis yang keren maka versi 1.0 ini adalah rilis yang benar-benar GILA!

Banyak perubahan yang sangat signifikan terasa di versi ini, dari kecepatan, antarmuka, hingga beberapa hal di luar inkscape, semisal pembaruan ekstensi, dan fungsionalitas web galeri di inkscape.org.

Akan Tetapi …

Rilis baru bukanlah berarti akan membahagiakan semua orang. Tentu saja, itu sangat alamiah. Beberapa komentar yang paling sering muncul ke permukaan media sosial atau grup-grup desain saya adalah soal ukuran tombol dan antarmukanya yang konon cukup besar dan mengganggu. Hingga beberapa hari, komentar semacam ini terus bermunculan, hingga akhirnya saya mengajak Pak Kukuh Syafaat untuk membuat Instagram Live dengan topik, “Inkscape: 1.0: Sudah Sesuai Ekspektasi Kah?” di akun IG Gimpscape Indonesia, bisa dicek di Youtube Gimspcape ID.

Saya pribadi sebenarnya mulai kesal dengan orang-orang semacam ini. Kekesalan mungkin sangat subjektif, tapi terlalu banyak protes tanpa mau membaca atau mencari tahu terlebih dahulu adalah hal yang menjengkelkan untuk saya. Lebih-lebih bila kemudian orang-orang tersebut mengirim pesan ke saya secara pribadi dengan kalimat, “Bang Inkscape 1.0 kok tampilannya gede-gede sih, nggak kaya yang dulu”, pada orang-orang ini ketahuilah, sebenarnya dalam hati saya pengen teriak, “Layar Anda juga perlu upgrade!”.

Gini cah, jangan lupa bahwa esensi dari open source itu sebenernya ada pada sisi kebebasannya. Ini yang saya rasa banyak dilupakan oleh para pengguna Inkscape ketika 1.0 dirilis. Inkscape dikembangkan secara terbuka dan siapapun dapat ikut serta memantaunya. Selain itu, tidak ada kewajiban update bila tidak suka :”), sesederhana itu lho sebenarnya.

Tapikan saya pengen juga pakai fitur-fitur barunya? Gimana dong?

Inkscape 1.0 datang dengan beragam fitur, salah satunya yang cukup diberikan sorotan adalah fitur untuk mengubah tema GTK dan Ikon di pengaturan inkscape. Mengapa ini baru diberikan di versi ini? Sebenarnya nih, fitur ini adalah jawaban untuk membantu para pengguna layar yang mungkin terganggu dengan perubahan antarmuka 1.0. Hah? Yeps, by default 1.0 menggunakan GTK3 dengan tema Adwaita, bagi yang tau, tema ini adalah tema baku yang ukurannya memang demikian. Dengan kata lain para pengembang ingin bilang, jika kalian tidak suka dengan tema bawaan yang baru, silakan ganti, sudah kami siapkan fiturnya.

Apakah bisa menjadi 100% sama dengan versi sebelumnya, tentu saja tidak. Komponen GTK2 dan GTK3 memiliki pustaka yang berbeda, dan tentu saja akan menghasilkan antarmuka dasarnya berbeda.

Jadi, untuk para pengguna Inkscape yang merasa tampilan Inkscapenya kegedean, silakan diganti saja dan bisa juga dihilangkan beberapa panel yang mungkin dirasa tidak terlalu dibutuhkan. Di bawah ini adalah salah tangkapan layar di laptop saya yang layarnya masih 1366px dengan sistem operasi Debian Unstable dan desktop KDE Plasma yang telah dikustomisasi.

Inkscape 1.0 di 1366

Lewat tulisan ini, saya ingin bilang, ayolah bersyukur dan dan jangan lupa untuk berterima kasih. Bagaimana pun, para pengembang Inkscape telah bekerja dengan sangat luar biasa untuk dapat menghadirkan rilis ini. Fitur yang sekian banyak dan keren akan hilang nikmatnya dan jadi tak berarti kalau tak disyukuri. Apa itu artinya kita tidak boleh komplen soal Inkscape ini? Tentu saja bukan demikian, jika menemukan kutu atau permasalahan yang terjadi berulang, sebaiknya segera laporkan ke: Issues · Inkscape · GitLab, di sana adalah tempat yang yang tepat untuk mengungkapkan masalah-masalah yang terjadi dengan Inkscape kita. Ketika saya menulis ini, ada sekitar 2.100-an laporan/tiket yang sedang dibuka dari total 5.333 tiket.

Terlepas dari Itu Semua …

Saya sangat menikmati rilis ini. Terdapat perubahan performa yang signifikan, proses ekspor dokumen terasa lebih cepat bahkan di laptop saya yang memiliki inti/core hanya dua. Dukungan teks alir untuk web juga sangatlah menguntungkan untuk saya yang sering membuat animasi dan presentasi di Inkscape.

Video rilis yang dilunucurkan juga sangat memukau, untuk yang belum tahu silakan tonton di Kanal Youtube Inkscape , Ini benar-benar membuat rilis ini terasa sangat istimewa :”)

Akhirnya, selamat menikmati Inkscape 1.0 yang hari ini masih ribet soal resolusi semoga segera ada jalan buat upgrade alat tempur.

Inkscape 1.0 di Debian Unstable KDE

Komentar